Tampilkan postingan dengan label KANKER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KANKER. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2016

57 Gejala Kanker Tulang Sesuai Jenisnya

57 Gejala Kanker Tulang Sesuai Jenisnya

Kanker tulang adalah sel-sel tulang yang membentuk tulang tubuh.  Kanker ini di temukan di dalam tulang, tumbuh di organ dan mulai menyebar ke dalam tubuh dan menyebar ke tulang.  Orang yang mengidap kanker tuang biasanya tidak menyadari gejala-gejala yang di idap.  Atau gejala yang di sebabkan bukan gejala kanker((medicinenet.com ,Bone Cancer Overview (cont.), di akses 03 Desember 2014)).
Ada tujuh jenis kanker tulang yang paling umum terjadi pada manusia, yaitu :

Gejala Kanker Tulang Osteosarcoma

kanker tulang - OsteosarcomaOsteosarcoma adalah jenis yang sangat umum dari kanker tulang.  Kanker tulang jenis osteosarcoma sering terjadi pada anak-anak remaja dan orang dewasa terutama anak laki-laki.  Jenis kanker tulang osteosarcoma berkembang pada ujung tulang panjang daerah pertumbuhan tulang yang aktif, sekitar lutut, tulang paha, tulang kering, tulang lengan atas. 




Gejala((bonecancerresearch.org.uk ,Symptoms of osteosarcoma, di akses 03 Desember 2014)):
  1. Nyeri dan sakit dari waktu ke waktu dan sering terjadi pada malam hari.
  2. Pembengkakan dan benjolan yang terjadi pada kanker tulang bagian panggul.
  3. Gerakan berkurang pada sendi yang kaku yang tidak dapat di gerakkan dan dapat mengakibatkan pincang.
  4. Kelelahan.
  5. Suhu tinggi atau demam.
  6. Penurunan berat badan.
  7. Keringat malam.
  8. Sesak nafas.

Gejala Kanker Tulang Chondrosarcoma

kanker tulang - ChondrosarcomaChondrosarcoma adalah jenis kanker tulang kedua yang sering sekali di temukan.  Sel-sel ini mucul pada tulang rawan antara tulang pinggul dan panggul, dan terjadi pada orang tua berusia 40 tahun. Gejala kanker jenis chondrosarcoma sangat lama sekali, sekitar 1 dan 2 bulan.
Gejala((bcrt.org.uk ,Symptoms of chondrosarcoma, di akses 03 Desember 2014))((drugs.com ,Chondrosarcoma, di akses 03 Desember 2014)):
  1. Nyeri localised, yang terjadi bisa sewaktu-waktu dan menjadi buruk pada malam hari atau selama melakukan aktivitas fisik.
  2. Pembengkakan lokal di daerah yang menyakitkan.
  3. Badan lemas di bagian sendi dekat dengan tulang.
  4. Rasa sakit dan mati rasa.
  5. Kesemutan.
  6. Kejang otot.
  7. Kelemahan otot.
  8. Akibat cidera ringan dengan kondisi tulang retak.
  9. Berjalan pincang.
  10. Kesulitan menggerakkan anggota badan yang terkena sel kanker.
  11. Perubahan buang air kecil dimana sel kanker ini tumbuh di bagian pinggul.

Gejala Kanker Tulang Sarkoma Ewing

kanker tulang - Sarkoma EwingSarkoma Ewing adalah bentuk agresif dari kanker tulang yang paling sering terjadi dan menyerang anak-anak usia 4 sampai 15 tahun. Dan jenis kanker ini sering menyerang anak laki-laki di bandingkan anak perempuan.  Bagian tubuh yang sering sekali terjadi yaitu pada bagian tengah tulang panjang, lengan dan kaki.
Gejala :
  1. Rasa nyeri pada daerah yang di serang oleh tumor yang tidak akan hilang.  Dan ini terjadi karena banyaknya beraktivitas dan lebih buruk terjadi pada malam hari ketika otot-otot sedang berisitirahat.
  2. Pembengkakan di daerah yang terserang tumor pada tulang.
  3. Gerakan berkurang karena pada bagian sendi dan kaki, sehingga menjadi pincang.
  4. Menyebabkan mati rasa.
  5. Kesemutan pada tungkai.
  6. Mudah lemah.
  7. Pernah mengalami pata tulang saat kecelakaan.
  8. Suhu tinggi dan berkeringat.
  9. Penurunan berat badan.
  10. Sesak nafas karena kanker jenis ini menyebar ke paru-paru.

Gejala Kanker Tulang Sarkoma pleomorfik (malignant fibrous histiocytoma)

kanker tulang - Sarkoma pleomorfikSarkoma pleomorfik adalah jenis tumor yang di sebut dengan histiocytoma yang berserat sangat ganas.  Jenis kanker ini biasanya terjadi pada manusia dewasa dan menyebar di mana dalam tubuh. Malignant fibrous histiocytoma merupakan kanker yang berkembang di dalam tulang dan jaringan lunak yang menghubungkan dengan organ lainnya.  kanker jenis ini menyebar ke paru-paru dan kelenjar getah bening. 
Gejala :
  1. Pembengkakan pada bagian atas tukang dan tulang bagian tubuh.
  2. Nyeri pada tulang atau sendi yang di sebabkan oleh saraf atu otot terkompresi.
  3. Lemas dan kesulitan menggunakan kaki, lengan atau tangan.
  4. Demam dan berkeringat di malam hari.
  5. Berat badan turun.
  6. Gula darah rendah.
  7. Kesulitan bernafas.

Gejala Kanker Tulang Fibrosarcoma

Fibrosarcoma((encyclopedia.com ,Fibrosarcoma, di akses 04 Desember 2014)) adalah jenis kanker tulang yang umum sekali sering menyerang manusia terutama pada pria usia 30 sampai 40 tahun jaringan lunak.  jaringan lunak meliputi lemak, otot, tendon, urat, jaringan sendi, pembuluh darah, dan jaringan fibrosa lainnya.  Dan kanker ini sering berpindah ke tulang kaki, lengan, hingga tulang rahang.  Kanker ini menyerang tulang panjang seperti femur, tibia, dan rahang bawah.
Fibrosarcomas merupakan gabungan antara fibrosarcomas tulang dan jaringan lunak yang berkembang dan mengakibatkan efek dari radiasi.  Efek samping ini bisa meningkatkan penyakit tulang lainnya seperti penyakit paget dan osteomyelitis.
Gejala
Gejala ini sama dengan gejala kanker jenis lainnya, contohnya saja seperti :
  1. Rasa sakit,
  2. Pembengkakan pada bagian yang terkena kanker,
  3. Benjolan di bagian bawah kulit atau tulang
  4. Patah tulang akibat kecelakaan kecil
  5. Menghambat gerak normal sehingga saat bergerak rasa nyeri menyerang,
  6. Terjadi nya gejala neurologis
  7. Pendarahan gastrointestinal dimana jaringan ini berada pada jaringan lunak fibrosarcoma perut
  8. Sering buang air kecil
  9. Penyumbatan pada kandung kemih.

Gejala Kanker Tulang Giant cell tumor

kanker tulang - Giant cell tumorKanker giant cell tumor merupakan kanker ganas dengan ukuran yang sangat besar yang sangat sering terjadi pada tulang lengan dan kaki, dan pertumbuhannya bisa mencapai 10%.  Kanker ini sangat jarang sekali terjadi, dan biasanya terjadi pada ujung tulang panjang, kaki dan lengan dekat dengan sendi tulang lain.  Jika tumor ini menjadi ganas, mereka akan menyerang sampai ke paru-paru dan struktur tubuh lainnya((chop.eduGiant Cell Tumor of Bone, di akses 04 Desember 2014)).
Gejala
Gejala kanker ini sama dengan jenis gejala kanker lainnya, hanya saja perbedaanya kanker giant ini memiliki pertumbuhan yang sangat besar dan menjadi agresif.  Jika kanker jenis ini berkembang sangat lama kemungkinan terjadinya pembengkakan menjadi sangat besar. Gejala Lengkapnya adalah :
  1. Terasa nyeri otot, lengan dan kaki saat beraktifitas di karenakan tumor ini sangat dekat dengan bagian sendi.
  2. Terkadang nyeri perut dan nyeri saraf juga sering terjadi dan terasa seperti terkena sengatan listrik.
  3. Bengkak di tempat yang terkena tumor
  4. Patah tulang akibat kecelakaan bisa juga menjadi gejala kanker jenis ini.
  5. Tumor ini kebanyakan terjadi pada orang dewasa berusia 20-40 tahun.

Gejala Kanker Tulang Chordoma

kanker tulang - ChordomaChordoma adalah jenis kanker tulang primer yang biasanya berkembang di dalam tengkorak dan tulang belakang, tulang ekor, dan dasar tengkorak.  Tumor ini tumbuh sangat lambat dan berpusat pada sistem saraf.
Gejala
  1. Sakit pinggang
  2. Mati rasa
  3. Sakit kepala
  4. Masalah penglihatan ganda
  5. Nyeri pada wajah
  6. Gangguan pada pendengaran
  7. Kesulitan menelan.
Chordomas paling sering menyerang manusia pada usia 40 dan 70((upmc.com,Chordoma Tumors, di akses 04 Desember 2014)).
Dari berbagai gejala jenis kanker diatas, gejala-gejala tersebut hampir sama dengan gejala kanker darah yang sering terjadi pada manusia. Kanker tulang merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia, mencegah dan mengenali gejala kanker tulang lebih lanjut sangat baik dan mungkin dapat memberikan secercah harapan.
Kanker Kelenjar Getah Bening di Leher – Jenis dan Stadiumnya

Kanker Kelenjar Getah Bening di Leher – Jenis dan Stadiumnya

Kelenjar getah bening merupakan rumah bagi sel darah putih dan tersusun dari ratusan jaringan sel yang memiliki ukuran sebiji kacang. Kelenjar getah bening ini terletak di seluruh bagian tubuh manusia dan merupakan organ kecil, namun fungsinya sangat penting yaitu sebagai pengatur sistem metabolisme tubuh. Mengingat fungsi dari sel darah putih ini adalah sebagai pembasmi bakteri dan virus yang ada di dalam tubuh. Kelenjar getah bening ini bisa membengkak jika ada infeksi atau peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Namun pembengkakannya bisa pulih dan reda seiring dengan meredanya sebuah penyakit yang dialami.


Area tubuh yang kerap kali mengalami peradangan kelenjar getah bening adalah area ketiak, bagian leher, pangkal paha dan bagian bawah dagu. Peradangan ini sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa faktor namun salah satunya bisa diindikasikan adanya penyakit kanker di dalam kelenjar getah bening tersebut atau disebut dengan istilah kanker kelenjar getah bening.
Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening
Seperti halnya yang bisa dilihat pada penyakit di bagian kelenjar getah bening, kanker getah bening juga bisa dilihat dari adanya pembengkakan di dalam kelenjar getah bening itu sendiri. Nah, sedangkan pembengkakan dari kelenjar getah bening itu sendiri bisa terjadi karena adanya infeksi di dalam kelenjar getah bening atau infeksi di daerah sekitarnya. Jadi, untuk menentukan apakah itu termasuk dalam kanker atau bukan memang harus dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut oleh dokter ahlinya.

Jenis Kanker

Kanker kelenjar getah bening disebut juga sebagai limfoma. Menurut jenisnya kanker kelenjar getah bening ini terbagi menjadi dua jenis yaitu limfoma hodgkins dan limfoma non hodgkins. Berikut ini adalah penjelasan lebih rinci mengenai penyakit limfoma ini :
1. Limfoma hodgkins
Pada penyakit kanker kelenjar getah bening jenis ini ditandai dengan adanya pembengkakan di bagian kelenjar getah bening dan tidak menimbulkan rasa sakit. Penyebab utama dari pembengkakan ini adalah karena adanya virus atau infeksi sehingga bisa menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal dan menyebabkan kanker.
Gejala yang akan muncul pada penyakit jenis ini diantaranya adalah adanya demam yang disertai dengan menggigil (dalam istilah orang awam adalah panas dingin) adanya keadaan ini menandakan ada yang tidak beres di dalam tubuh. selain itu adanya pembesaran kelenjar getah bening di daerah tertentu misalnya saja di daerah leher dan ketiak. Pembesaran yang terjadi ini tidak disertai dengan rasa sakit dan bengkaknya lunak, mengalami gangguan pernafasan, mengalami penurunan berat badan dan munculnya keringat di malam hari.
2. Limfoma non hodgkins
Jenis limfoma ini dianggap lebih ganas dibandingkan jenis sebelumnya dan rawan terjadi pada orang yang sudah berusia di atas 60 tahun. Penyebab penyakit ini adalah dari adanya kelainan di bagian limfonodus serta jaringan limfa lainnya. gejala yang ditimbulkan pada limfoma atau kanker kelenjar getah bening pada jenis ini adalah adanya bengkak di bagian tertentu bisa di leher, ketiak, bawah paha dan lainnya.
Penderitanya juga akan mengalami penurunan berat badan namun tanpa adanya sebab yang jelas, penderita akan merasa lebih lemas, terjadi pembengkakan dan terasa begah di bagian perut.

Stadium Kanker

  • Stadium 1
Tahap ini merupakan tahap awal dari adanya kanker kelenjar getah bening dan biasanya ditandai dengan pengumpulan kanker yang terjadi pada satu titik saja.
  • Stadium 2
Kanker sudah menyebar ke beberapa titik kelenjar getah bening lainnya bukan hanya pada satu titik saja. tidak harus berada di titik yang berdekatan namun masih dalam satu diafragma yang sama.
  • Stadium 3
Pada tahap ini, kanker sudah menyebar tidak hanya di bagian kelenjar getah bening saja namun juga menyebar di daerah sekitar kelenjar getah bening tersebut berada. Jika kanker berada di leher maka sudah menyebar ke beberapa jaringan lainnya di dalam leher.
  • Stadium 4
Tahap ini merupakan tahap yang paling berbahaya dan paling ganas karena sel kanker yang tumbuh tidak normal sudah menyebar luas bukan hanya ke daerah yang dekat dengan letak kelenjar getah bening namun sudah menyebar ke dalam darah, hati, paru-paru dan bagian tubuh lainnya.
Demikian informasi mengenai kanker kelenjar getah bening di leher. Sejatinya limfoma ini bisa terjadi dimana saja karena kelenjar getah bening berada hampir di seluruh tubuh. jika anda mengalami berbagai gejala dari penyakit ini sebaiknya segera melakukan pemeriksaan supaya dapat ditemukan diagnosa yang tepat dan sudah sampai stadium berapa penyakit yang ada di dalam tubuh anda. Deteksi penyakit ini sejak dini dapat membuat pengobatan yang dilakukan akan lebih mudah dan kesempatan untuk dapat disembuhkan juga lebih besar. Jadi jangan pernah ragu untuk melakukan pemeriksaan ya!

17 Penyebab Kanker Payudara Yang Perlu Diwaspadai

17 Penyebab Kanker Payudara Yang Perlu Diwaspadai



Pada dasarnya belum dapat dipastikan bahwa seorang wanita dapat mengembang kan penyebab kanker payudara dalam dirinya atau tidak. Namun ada beberapa penyebab yang mempengaruhi kemungkinan berkembangnya kanker payudara. Beberapa faktor penyebab kanker payudara ini ada yang tidak dapat di ubah dan beberapa faktor lainnya dapat diubah untuk mencegah timbulnya kanker payudara ini. Berikut ini penyebab umum kanker payudara yang perlu para wanita ketahui :

Penyebab Kanker Payudara dari Faktor Genetik

Sedikitnya ada 8 faktor genetik yang menjadi penyebab kanker payudara yang wajib anda waspadai, beberapa diantaranya memang tidak dapat dicegah.
1. Jenis Kelamin
Faktor genetik yang satu ini sudah tentu tidak asing lagi, Betul.. Wanita 100 kali lebih berisiko terkena kanker payudara dibandingkan dengan pria.
2. Usia Senja
Kanker payudara dapat timbul seiring dengan meningkat dengan usia. Sekitar 8 dari 10 kasus kanker payudara terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun dan kondisi ini paling banyak menyerang para wanita yang telah mengalami menopause ((NHS.ukBreast Cancer Female-Causes, diakses 04 November 2014)). Di Inggris, wanita yang berusia sekitar 50 sampai 70 tahun, melakukan skrining setiap 3 tahun sekali yang dilakukan oleh NHS Breast Screening Programme.
3. Riwayat Dalam Keluarga
Di dalam keluarga yang di dalamnya terdapat kerabat dekat yang menderita kanker payudara atau kanker ovarium, kemungkinan besar terkena kanker payudara ini menjadi lebih tinggi.
Beberapa kasus kanker payudara tidak mengalami herediter atau diturunkan dalam keluarga, namun gen tertentu dapat meningkatkan resiko kanker payudara.
Lakukan skrining genetik kanker payudara, jika ditemui kerabat dekat seperti ibu kandung, saudara perempuan atau anak, yang telah menderita kanker payudara di bawah usia 50 tahun. Konsultasikan hal ini sebelumnya pada tenaga medis yang berwenang.
4. Ras
Masalah ras mungkin perlu menjadi pertimbangan, dari data yang dihimpun dari National Breast Cancer wanita “Bule” lebih banyak terkena jenis kanker payudara.
5. Riwayat kesehatan pribadi
Jika anda telah terdiagnosis terkena kanker payudara pada salah satu bagian payudara, maka kemungkinan besar faktor risiko akan meningkat pada payudara yang lain. Risiko juga sangat tinggi jika sebelumnya telah terdeteksi sel sel abnormal di sekitar payudara.
6. Masa Menstruasi & Reproduksi
Jika anda telah mengalami menstruasi dini pada usia kurang dari 12 tahun dan manepause terlambat (lebih dari 55 tahun) kemungkinan lebih tinggi terkena risiko kanker payudara. Faktor lain adalah tidak memiliki anak dan melahirkan di usia yang cukup tua menjadikan risiko terkena kanker payudara lebih besar.
7. Perubahan Gen
Perubahan gen BRCA1 dan BRCA2 merupakan salah satu yang memicu terjadinya kanker payudara. Perubahan gen ini dapat diketahui dengan mengambil salah satu tes genetik. Tes genetik sangat dianjurkan jika dalam keluarga terdapat penderita kanker payudara.
8. Kepadatan Payudara
Wanita memiliki payudara yang di dalamnya terdapat jaringan kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus).  Jaringan payudara yang padat mengandung sel-sel payudara yang lebih tinggi dan memungkinkan terjadinya kanker payudara karena lebih banyak sel-sel yang dapat menjadi kanker. Pemeriksaan jaringan payudara dengan mammogram (scan payudara) juga sulit untuk mendeteksi keberadaan jaringan abnormal.
Penyebab kanker payudara dari faktor genetik ini diantaranya tidak dapat dicegah, beberapa diantaranya adalah :
  • Usia
  • Ras
  • Riwayat keluarga
  • Riwayat kesehatan pribadi
  • Menstruasi dini
  • Manepause telat
Selain penyebab dari faktor genetik, ternyata yang tidak kalah penting adalah penyebab dari faktor lingkungan dan gaya hidup.


Penyebab Kanker Payudara dari Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan tidak dapat anda sepelekan, bahkan telah banyak kasus ditemukan penyebabnya adalah paparan lingkungan yang tidak bersahabat dengan jenis kanker ini.
9. Radiasi
Paparan sinar radiasi merupakan salah satu tindakan medis dalam dunia kodokteran, seperti sinar-X dan computerized tomography (CT) scan, dapat menjadi penyebab kanker payudara.  Pada orang yang pernah mengalami Hodgkin semasa kecil dan pernah melakukan radioterapi ke daerah dada, seharusnya telah melakukan konsultasi dengan spesialis untuk memeriksakan tentang keberadaan kanker payudara. Kemudian jika pada saat ini dibutuhkan pengobatan yang membutuhkan radioterapi, lakukan diskusi terhadap tenaga medis mengenai kemungkinan terjadinya risiko kanker payudara sebelum pengobatan berlangsung.

Penyebab Kanker Payudara Faktor Gaya Hidup

Nah, ini adalah faktor penyebab yang harusnya dapat kita minimalisir dalam kaitannya menjadi pemicu kanker payudara. Pola hidup sehat adalah salah satu cara mencegah kanker payudara yang cukup ampuh, mari kenali faktor dari gaya hidup :
10. Kelebihan Berat Badan
Terkait dengan hormon estrogen dalam tubuh, ternyata menjadi penyebab kanker payudara, terutama seseorang yang mengalami kelebihan berat badan dan telah mengalami menopause lebih berisiko terkena kanker payudara. Hal ini diduga terkait dengan jumlah estrogen dalam tubuh, karena kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause menyebabkan lebih banyak estrogen yang akan diproduksi.
11. Implan Payudara
Implan sering ditanam dalam tubuh, tak terkecuali pada bagian payudara. Wanita yang menggunakan implan payudara dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak memakainya. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti dari Kanada dilaporkan dalam BMJ (British Medical Journal) May 2013 ((medicalnewstoday.com ,What Is Breast Cancer? What Causes Breast Cancer?, diakses 04 November 2014)).
12 . Melakukan Pekerjaan Tertentu
Beberapa penelitian telah menunjukkan keterkaitan pekerjaan wanita terhadap timbulnya kanker payudara. Penelitian di Prancis menunjukkan hubungan antara wanita yang bekerja pada malam hari dan nelum pernah mengalami kehamilan, dapat menjadi penyebab kanker payudara. Selain itu, penelitian dari Kanada mengemukakan bahwa pekerjaan tertentu, memungkinkan tubuh manusia kontak ke dalam karsinogen, misalnya pekerjaan di bar, otomotif, perusahaan manufaktur plastik, dan perusahaan makanan kemasan (kaleng, plastik).
13. Konsumsi Alkohol
Bahaya alkohol salah satunya adalah dapat menjadi penyebab berkembangnya sel kanker, seperti kanker payudara. Sebuah penelitian kanker mengemukakan bahwa setiap 200 wanita yang secara teratur mengkonsumsi minuman beralkohol setiap sehari, terdapat tiga wanita yang terkena kanker payudara, dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali.
14. Terapi Penggantian Hormon (HRT)
Terapi penggantian hormon (HRT) sering dihubungkan dengan risiko kanker payudara yang menjadi lebih tinggi. Diperkirakan bahwa akan ada tambahan 19 kasus kanker payudara untuk setiap 1.000 wanita yang menggunakan kombinasi HRT selama 10 tahun. Resiko kanker akan terus meningkat jika semakin lama melakukan HRT. Pemakaian HRT untuk membuat hormon kembali normal selama atau lebih dari lima tahun harus di hentikan, penghentian pemakaian HRT merupakan cara mencegah kanker payudara yang paling efektif.
15. Terdapat Benjolan Jinak
Sering orang mengira, jika terasa benjolan payudara adalah ciri-ciri kanker payudara. Padahal belum tentu benjolan payudara, meskipun beberapa jenis benjolan dapat menjadi penyebab kanker payudara. Benjolan jinak pada jaringan payudara misalnya sel yang tumbuh abnormal di saluran atau sel-sel abnormal di dalam lobus payudara dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara.

Mitos Mengenai Penyebab Kanker Payudara

Terkait dengan penyebab kanker ganas ini, ada beberapa kebiasaan atau alat yang dikhawatirkan menjadi pemicu kanker. Namun ternyata hal tersebut hanya lah mitos: berikut beberapa di antaranya((NBCcause of breast cancer. diakses 2015-02-22)).
  • Kafein
  • Deodoran
  • Microwave
  • Telepon
  • Berhubungan dengan penderita kanker payudara.
Memang belum jelas secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker payudara. Dokter mulai mengetahui ini saat kanker payudara ini telah terjadi saat sel-sel payudara mulai tumbuh secara abnormal. Sel-sel abnormal tersebut membelah diri dengan lebih cepat dari sel sehat, dan terus menumpuk, hingga membentuk benjolan. Pada kasus yang paling sering terjadi, tumbuhnya sel abnormal ini dimulai pada sel-sel yang berada di saluran penghasil susu. Selain itu juga dapat terjadi pada jaringan kelenjar yang disebut lobulus. Kemudian el-sel dapat menyebar (metastasis) melalui payudara ke kelenjar getah bening atau ke bagian tubuh lain ((mayoclinic.org,Breast Cancer, diakses 04 November 2014)).
Beberapa faktor penyebab kanker payudara yang dapat diubah seperti konsumsi alkohol, penggunaan HRT atau kelebihan berat badan ini sebenarnya dapat diminimalisir. Lakukan pola hidup sehat sejak dini untuk mencegah munculnya kanker payudara ini.
Setidaknya anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk melakukan pencegahan kanker payudara yang sangat ampuh :
  1. Tidak minum alkohol
  2. Mengurangi berat badan
  3. Tidak merokok
  4. Olahraga secara teratur
  5. Menghindari radiasi
  6. Menghindari Deodoran
  7. Menghindari penggunaan BH yang ketat
Makanan Pencegah Kanker Kulit

Makanan Pencegah Kanker Kulit



Terlalu sering terkena paparan sinar matahari dengan cara langsung benar-benar berbahaya buat kesehatan kulit. Selain menyebabkan kulit terbakar, faktor tersebut pula berpotensi memunculkan kanker kulit. Untuk itu pemakaian tabir surya jadi amat mutlak sebagai upaya pencegahan dari masalah ini. Tetapi tahukah Kamu, selain perlindungan dari luar, kanker kulit serta mampu dicegah dari dalam, yakni melalui makanan.


Berikut beberpa tipe makanan yg terbukti efektif cegah kanker kulit :

Tomat
Tomat kaya akan likopen yg membantu dalam memerangi dampak bahaya sinar UV. Selain dapat dijadikan obat anti kanker, mengapliaksikan tomat terhadap kulit, bisa pula menjadikannya tabir surya alami.

Kopi
Selain dapat meningkatkan energi, secangkir kopi tanpa penambahan pemanis buatan pula dapat membunuh sel-sel yg dirusak matahari sebelum mereka beralih jadi kanker.

Buah berry
Semua jenis berry kaya antioksidan dan mengandung pigmen penangkal kanker kulit yg dinamakan apigenin. Jenis buah ini pun merupakan sumber yg kaya air, maka bakal melembapkan kulit

Terong
Ekstrak terong kaya akan fitokimia yg dinamakan solasodina glikosida. Fitokimia ini memiliki pengaruh biologis yang merupakan antioksidan yg menghambat pertumbuhan kanker. Penelitian di Jepang pun mengatakan bahwa terong mengandung tripsin yg diakui mempermudah menetralkan sel penyebab kanker.

Senin, 10 Agustus 2015

Kanker Pada Wanita Usia Produktif

Kanker Pada Wanita Usia Produktif




Jenis kanker tertentu banyak ditemukan pada usia wanita tertentu. Kanker yang sering didapatkan pada wanita usia reproduktif adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Berdasarkan data dari National Cancer Institute di Amerika Serikat, kemungkinan seorang wanita mendapatkan kanker payudara adalah sebagai berikut : antara usia 30-39 tahun : 0.43 % (1 di antara 233 wanita), antara usia 40-49 tahun : 1,44 % (1 di antara 69 wanita), antara usia 50-59 tahun : 2,63 % (1 di antara 38 wanita), antara usia 60-69 tahun : 3,65 % ( 1 di antara 27 wanita). Pada wanita, kanker leher rahim merupakan urutan kedua tersering setelah kanker payudara. Kanker leher rahim terbanyak ditemukan pada wanita usia 47 tahun. Kira-kira 47 % penderita kanker leher rahim berusia kurang dari 35 tahun dan kira-kira 10 % kasus berusia di atas 65 tahun. Kanker payudara Penyebab pasti terjadinya kanker payudara belum diketahui. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker payudara adalah : bertambahnya usia, riwayat kanker pada satu payudara, keluarga (ibu, saudara kandung atau anak wanita) dengan kanker payudara, perubahan sel abnomal di payudara (hiperplasia atipikal, karsinoma lobuler in situ), mutasi gen BRCA1 dan BRCA2, menstruasi pertama di bawah usia 12 tahun, usia lanjut pada waktu melahirkan anak pertama, menopause setelah usia 55 tahun, tidak mempunyai anak, pengobatan hormonal untuk menopause, ras kulit putih, pengobatan radiasi pada daerah dada, peningkatan kepadatan jaringan payudara, obesitas setelah menopause, kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi alkohol. Pemeriksaan penapisan sebelum terdapat gejala klinis merupakan hal yang penting untuk menemukan kanker payudara pada stadium dini. Pemeriksaan penapisan terdiri dari : pemeriksaan payudara sendiri dan oleh petugas medis serta mamografi (gambaran radiologis payudara). Mamografi direkomendasikan 1-2 tahun sekali pada wanita usia 40 tahun/lebih, atau pada wanita di bawah usia 40 tahun dengan faktor risiko. Kanker payudara dapat memberikan gejala klinik : benjolan di payudara, daerah sekitar payudara atau ketiak, perubahan ukuran atau bentuk pada payudara, puting payudara nyeri/tertarik ke dalam, pembengkakan kulit berwarna merah pada payudara (seperti kulit jeruk), adanya cairan dari puting payudara. Apabila didapatkan gejal-gejala tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan biopsi untuk mengambil jaringan payudara. Jaringan tersebut diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan jenis sel payudara, apakah sel jinak atau kanker Pengobatan kanker payudara tergantung stadium penyakit ( stadium 0 - IV) , dapat berupa operasi, radiasi, kemoterapi, terapi hormon dan terapi biologis dengan antibodi. Kanker serviks (leher rahim) Kanker ini biasanya tumbuh dengan lambat, dapat ditemukan pada pemeriksaan rutin Pap smear. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim adalah : infeksi virus human papiloma (HPV), tidak dilakukannya Pap smear secara teratur, gangguan sistem imun, usia di atas 40 tahun, banyaknya partner seksual, merokok, penggunaan pil KB selama 5 tahun atau lebih, dan melahirkan banyak anak. Pemeriksaan penyaring untuk mendeteksi kanker leher rahim adalah pemeriksaan Pap smear. Pap smear dilakukan dengan mengambil contoh sel leher rahim dan menghapusnya di kaca slide. Pap smear direkomendasikan pada : setelah 3 tahun sejak dimulainya hubungan seksual atau pada usia 21 tahun, minimal 1 kali setiap 3 tahun. Agar dapat mendeteksi sel dengan baik, dianjurkan untuk tidak melakukan bilas vagina, hubungan seksual, obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina 48 jam sebelum pemeriksaan. Pap smear dilakukan 10-20 hari setelah hari pertama menstruasi. Saat ini telah tersedia vaksin terhadap virus human papiloma untuk wanita usia 13-26 tahun sebagai pencegahan kanker leher rahim. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali suntikan dalam waktu 6 bulan. Pada keadaan prekanker dan kanker leher rahim stadium dini pada umumnya tidak menyebabkan sakit atau gejala lain. Pada kanker yang lanjut, dapat terjadi gejala perdarahan abnormal dari vagina, bertambahnya cairan dari vagina, nyeri pada panggul dan saat hubungan seksual. Pilihan pengobatan tergantung pada ukuran tumor dan apakah kanker sudah menyebar Pada wanita usia subur, pilihan pengobatan juga bergantung apakah masih diinginkan kehamilan sesudah pengobatan. Pengobatan kanker leher rahim dapat berupa operasi, radiasi atau kemoterapi, radioterapi dan kemoterapi atau kombinasi ketiga pengobatan tersebut. Complementary and alternative medicine (CAM)( pengobatan komplementer dan alternatif) CAM adalah kelompok sistem dan praktek kesehatan dan produk-produk yang tidak termasuk bagian dari kedokteran konvensional. Pengobatan komplementari digunakan bersama dengan pengobatan konvensional. Pengobatan alternatif digunakan sebagai pengganti pengobatan konvensional. CAM dapat digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan efek samping radioterapi, kemoterapi bila diberikan sebelum, selama dan sesudah terapi. CAM dapat mengurangi efek samping kerontokan rambut, mual dan muntah, sariawan, nyeri menelan, hilangnya nafsu makan dan kesulitan tidur. Penderita kanker yang ingin menggunakan CAM, sebaiknya mendiskusikan hal tersebut dengan dokter yang merawat.
Peran Obat Herbal Dalam Penanganan Kanker

Peran Obat Herbal Dalam Penanganan Kanker






Timbulnya penyakit tumor/kanker disebabkan adanya ketidakseimbangan antara faktor penghambat tumor dan faktor induksi tumor, demikian juga berbagai penyakit lain, dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan fisiologi tubuh seperti proses metabolisme, daya tahan tubuh, dsb. Obat herbal mengembalikan keadaan tidak seimbang ini, melalui normalisasi fungsi tubuh (daya adaptogen), meningkatkan daya tahan tubuh dan untuk kanker dapat menghambat pertumbuhan sel kanker di samping menyeimbangkan faktor pencetus/induksi tumor/kanker dan penghambat tumor. Antaraksi khemobiodinamik antara tubuh dan obat merupakan faktor utama di dalam kerja obat, termasuk obat herbal. Aspek Keamanan Lebih jauh Prof. Andreanus menerangkan "Obat herbal yang berasal dari bahan alam (tumbuhan) dan obat tradisional yang telah digunakan manfaatnya secara turun temurun dan lama maka dapat dikatakan cukup aman. Bilamana dalam penggunaan secara tradisionalnya kurang aman maka akan dinyatakan dalam catatan penggunaan bahan tersebut secara tradisional berbahaya. Walau demikian ada atau belum ada data percobaan keamanannya maka dalam penggunaan obat herbal (juga obat lain) perlu pengamatan "tanggapan tubuh" pada saat atau setelah atau selama penggunaannya. Manfaat penyembuhan dengan obat herbal selain diperoleh dari data tradisional yang turun temurun, data pustaka/hasil penelitian bahan herbal tsb, juga perlu dilengkapi dengan penelitian praklinis atau klinis sebagai pembuktian efeknya. Misalnya penelitian aktivitas bahan ini secara in vitro (di luar tubuh mahluk hidup utuh) terhadap sel kanker, apakah berefek menghambat perkembangan sel kanker tersebut atau tidak. Efektifitas obat herbal dapat dikaji dari data penelitian praklinis atau klinis. Kemampuannya menghambat sel kanker (dalam hal ini sel kanker rahim) secara in vitro, apakah efektif atau tidak. Obat Herbal didampingkan dengan Obat Kimia Seperti telah dijelaskan di atas, obat herbal berasal dari alam, dalam hal ini tumbuhan yang berisi berbagai senyawa kimia, berbeda dengan obat kimia yang murni yang asalnya bisa dari bahan alam (isolat) atau sintesa. Cara kerjanya pun berbeda. Obat kimia umumnya dapat bekerja lebih cepat memberikan efek dibandingkan obat herbal. Hal ini yang harus dijadikan pertimbangan penggunaan obat herbal dan obat kimia dalam satu kasus. Apabila akan dilakukan pemberian obat herbal disamping obat kimia, sebaiknya tidak dikonsumsi dalam waktu bersamaan (dicampur) tetapi diberikan selang waktu tertentu, misalnya selang 2 jam. Upaya demikian, disebut penggunaan komplementer obat herbal dan untuk menghindari terjadinya antaraksi obat yang tidak dikehendaki. Tetapi tetap perlu pertimbangan dan pengamatan terhadap "tanggapan tubuh" pada perlakuan tersebut. Karena pendekatan aktivitas obat herbal dapat memulihkan atau menormalisasi fungsi tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh. Cara komplementer seperti ini, kadang kala dapat memberikan manfaat pada penyembuhan dan penekanan efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat kimia pada kasus tertentu, khemoterapi misalnya. Selaku peneliti Obat Herbal Ling Shen Yao di Departemen Farmasi ITB, Prof. Andreanus menjelaskan, "Sediaan tablet Ling Shen Yao sejak 2005 telah dimasukan ke dalam produk Obat Herbal Terstandar oleh BPOM RI, artinya, mutu, efikasi dan kemanannya secara praklinis (uji pada hewan) telah terbukti atau memenuhi syarat". "Efektivitas Ling Shen Yao berdasarkan penelitian praklinis terbukti mampu menghambat perkembangan sel kanker (sel kanker ovarium dan payudara). secara in vitro dan mempunyai efek peningkatan daya tahan tubuh atau imunostimulasi khususnya imun non spesifik (kemampuan fagositosis/menelan sel asing secara tidak spesifik)", tambahnya. Keamanannya pada pemberian dosis tunggal sampai dosis yang setara dengan 205x dosis pemakaian pada manusia dewasa (70 kg) yaitu 15 g/kg bobot mencit secara oral tidak menunjukkan adanya kematian mencit. Ini berarti Dosis Kematian 50% (DL50) yang merupakan kriteria keamanan bahan adalah di atas 15 g/kg bobot mencit, dikategorikan sebagai "praktis" tidak "toksik". Kedua data penelitian ini tentunya telah dikaji oleh BPOM RI, di dalam penentuan golongan obat dan ijin beredarnya.

Sumber: Prof. Dr. Andreanus A. Soemardji, Apt., DEA
 Mengenal Kanker Sang Pembunuh Nomor Satu Dunia

Mengenal Kanker Sang Pembunuh Nomor Satu Dunia




Pada dasarnya sel tubuh kita akan terus berkembang, membelah diri, lantas kemudian mati. Keadaan demikian adalah normal dalam proses biologis tubuh kita. Namun pada beberapa kasus, pertumbuhan sel bisa bergerak diluar kendali, bahkan menganggu sel lain dan organ yang ditumbuhinya. Pada saat demikian, kondisi ini disebut kanker.

Kanker dapat tumbuh dimana pun, sehingga kita mengenal banyak jenis kanker. Sebut saja kanker otak, kanker payudara, kanker pankreas, dan lain sebagainya. Sel kanker tumbuh dan tidak mati, sehingga pergolakannya sangat berbahaya. Pada awalnya, kanker akan berkumpul dan akhirnya membentuk tumor, dan akhirnya menghancurkan sel-sel normal di sekitarnya. Inilah yang menyebabkan penyakit.

Situasi ini membuat banyak terbelenggu dalam penyakit dengan tingkat stadium rendah hingga tinggi. Biasanya penyakit kanker banyak diketahui orang setelah memasuki stadium tinggi atau stadium berbahaya, dan akhirnya memakan korban kematian. Kanker disebut-sebut menjadi salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia, terutama kanker payudara dan kanker serviks.

Penyebab kanker sendiri beragam, dan didominasi oleh asupan dan pola gaya hidup yang dianut oleh seseorang. Di kehidupan modern demikian, di mana polusi, seks bebas, merokok, serta alkohol merajut di antara sendi-sendi kehidupan manusia, akhirnya membawa resiko seseorang terkena kanker. Selain itu juga, kanker bisa disebabkna oleh virus, salah satunya adalah kanker serviks yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV).

Pengobatan kanker membutuhkan sebuah metode khusus. Biasanya kanker dideteksi dengan metode biopsi maka akan operasi, kemoterapi, dan radiasi. Dalam beberapa kasus lainnya, biasanya pengobatan kanker menggunakan metode alternatif herbal. Karena diketahui, herbal bersifat fisiologis dan sesuai dengan kondisi biologis tubuh manusia, sehingga sifatnya holistik dan adaptogen dengan memperbaiki kondisi tubuh secara menyeluruh sehingga sel kanker dapat bergerak normal kembali pada kondisi yang semestinya.

Salah satu pengobatan dengan herbal adalah Chinese herbal medicine Ling Shen Yao dari PT Tiga Puspa yang secara uji pra klinis terbukti memiliki mutu, karakter,keamanan, serta khasiat. Dari sumber empiris pun menyebutkan bahwa obat herbal ini telah berhasil membantu pengobatan berbagai jenis kanker,tumor,kista,dan penyakit kronis lainnya.
Kanker Dan Tumor, Apa Bedanya?

Kanker Dan Tumor, Apa Bedanya?




Banyak orang berpendapat bahwa tumor dan kanker adalah dua penyakit yang sama. Padahal keduanya memiliki kondisi yang berbeda, walau pun pada dasarnya dua penyakit ini punya keterkaitan. Tumor adalah penyakit karena adanya inflamasi atau peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas (malignant tumor) dan tumor jinak (benign tumor).

Untuk tumor jinak sendiri, dia memiliki kondisi yang tidak berbahaya dan tidak menganggu pergerakan sel di sekitarnya, namun jika dibiarkan, tumor jinak pun bisa menjelma menjadi sangat ganas, dan dalam posisi ini tumor bisa bersifat kanker. Inilah mengapa banyak orang yang mengaitkan antara tumor dan kanker dalam satu persepsi pengertian.

Kanker sendiri disebabkan oleh pergerakan yang abnormal dari jaringan sel. Penyebab kanker dan tumor memang sama, yang membedakan adalah kadarnya. Kanker adalah sebuah kondisi yang mana pertumbuhan sel yang tidak seimbang tersebut akhirnya menggerogoti sel di sekitarnya dan inilah dimana seorang pasien dalam kondisi sakit. Sedangkan tumor pada awalnya tidak merusak, namun hanya menghasilkan benjolan.

Sel-sel yang sudah berubah menjadi kanker akan mengumpulkan tumor sehingga menjadi kanker ganas yang mengancam pengidapnya hingga pada fase kematian. Banyak orang yang tidak mengenal kanker dan tumor secara baik, sehingga biasanya ketika terjadi tumor pada satu bagian tubuhnya tetapi tidak merasakan efek langsung baik berupa perasaan sakit atau apa pun, seseorang akan membiarkannya saja, sehingga menyebabkan tumor tersebut lama kelamaan menjadi ganas dan berubah menjadi kanker.

Pada tindakan, kanker atau pun tumor sebenarnya bisa dirawat dan disembuhkan asalkan sang pasien disiplin dengan pola hidup dan pengobatan yang sedang ia jalani. Faktor resiko utama adalah bakteri, virus, dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan meminum alkohol. Detoks atau racun dalam tubuh yang tidak mampu dikenali dan dibuang oleh tubuh adalah factor-faktor pemicu kanker. Meminum air putih dan berolahraga adalah salah satu cara alami membantu proses detoksifikasi atau pengeluaran racun. Pengaruh dari kanker juga dikarenakan tubuh tidak mampu memperbaiki gangguan dalam tubuhnya sendiri, maka sistem kekebalan tubuh adalah zat utama untuk menghindari resiko-resiko tersebut.